Cara Menggunakan Bitvise SSH Client di Windows/Laptop

Dipublikasikan 23 September 2026 · Diperbarui 23 September 2026

Cara Menggunakan Bitvise SSH Client di Windows/Laptop
Tutorial lengkap menggunakan Bitvise SSH Client di Windows untuk membuat SSH tunnel. Cocok untuk pemula yang baru pertama kali menggunakan SSH di PC.

Cara Menggunakan Bitvise SSH Client di Windows

Bitvise SSH Client adalah aplikasi SSH untuk Windows yang menyediakan berbagai fitur seperti terminal SSH, SFTP, port forwarding, dan proxy SOCKS. Antarmukanya yang berbasis grafis membuat aplikasi ini cukup mudah digunakan, baik untuk pemula maupun pengguna yang membutuhkan konfigurasi SSH lebih lanjut.

Download dan Install Bitvise

  1. Kunjungi situs resmi Bitvise.
  2. Download Bitvise SSH Client.
  3. Jalankan installer dan ikuti proses instalasi hingga selesai.
  4. Setelah terpasang, buka Bitvise SSH Client melalui Start Menu atau shortcut Desktop.

Setup Koneksi SSH

Pada halaman utama atau tab Login, masukkan informasi server SSH yang digunakan:

  • Host: alamat IP atau domain server SSH.
  • Port: port layanan SSH, biasanya 22 atau port khusus dari server.
  • Username: nama pengguna akun SSH.
  • Password: kata sandi akun SSH jika menggunakan autentikasi password.

Pastikan informasi host, port, username, dan password sudah sesuai dengan akun SSH yang digunakan.

Setup Proxy Jika Diperlukan

Jika koneksi menuju server SSH harus melewati proxy, Bitvise menyediakan pengaturan proxy yang dapat dikonfigurasi sebelum melakukan login.

  1. Buka menu atau bagian Proxy Settings.
  2. Aktifkan penggunaan proxy.
  3. Masukkan alamat Proxy Server.
  4. Masukkan Proxy Port.
  5. Pilih jenis proxy yang sesuai dengan jaringan, misalnya HTTP atau SOCKS.
  6. Masukkan username dan password proxy jika proxy membutuhkan autentikasi.

Jika jaringan tidak menggunakan proxy, bagian ini dapat dilewati.

Mengaktifkan SOCKS Proxy melalui SSH

Bitvise dapat membuat proxy SOCKS lokal yang meneruskan traffic aplikasi melalui koneksi SSH. Fitur ini berguna jika browser atau aplikasi lain ingin menggunakan server SSH sebagai jalur koneksi.

Pada pengaturan Services atau bagian SOCKS / HTTP Proxy Forwarding, lakukan konfigurasi berikut:

  1. Aktifkan fitur SOCKS / HTTP Proxy Forwarding.
  2. Gunakan Listen Interface atau alamat lokal 127.0.0.1.
  3. Tentukan port lokal, misalnya 1080.
  4. Simpan konfigurasi.

Dengan konfigurasi tersebut, aplikasi pada komputer dapat menggunakan:

  • Host Proxy: 127.0.0.1
  • Port Proxy: 1080
  • Protocol: SOCKS5

C2S Port Forwarding

Selain proxy SOCKS, Bitvise juga menyediakan fitur C2S Forwarding atau Client-to-Server Port Forwarding. Fitur ini digunakan jika ingin meneruskan sebuah port lokal ke layanan tertentu melalui server SSH.

Contohnya, apabila sebuah database hanya dapat diakses dari server SSH, port database tersebut dapat diteruskan ke komputer lokal.

  1. Buka tab atau menu C2S Forwarding.
  2. Klik Add.
  3. Masukkan alamat lokal pada bagian Listen Interface, misalnya 127.0.0.1.
  4. Tentukan Listen Port yang ingin digunakan pada komputer.
  5. Masukkan alamat dan port layanan tujuan pada bagian Destination Host dan Destination Port.
  6. Simpan konfigurasi.

C2S forwarding berbeda dengan SOCKS proxy. Gunakan C2S apabila tujuan koneksi sudah diketahui, sedangkan SOCKS lebih fleksibel karena aplikasi dapat mengakses berbagai tujuan melalui proxy yang sama.

Connect ke Server

  1. Periksa kembali konfigurasi SSH.
  2. Klik tombol Login.
  3. Pada koneksi pertama, Bitvise biasanya akan menampilkan informasi host key server.
  4. Verifikasi fingerprint host key jika tersedia.
  5. Jika sesuai, simpan atau terima host key tersebut.
  6. Tunggu hingga proses autentikasi berhasil.

Jika koneksi berhasil, Bitvise akan menampilkan status bahwa sesi SSH sudah terhubung. Fitur proxy, port forwarding, terminal, atau SFTP yang telah dikonfigurasi kemudian dapat digunakan.

Menggunakan SOCKS Proxy di Browser

Jika SOCKS proxy Bitvise sudah aktif pada 127.0.0.1:1080, browser atau aplikasi lain dapat diarahkan menggunakan proxy tersebut.

  1. Buka pengaturan jaringan atau proxy pada browser.
  2. Pilih konfigurasi proxy manual.
  3. Masukkan 127.0.0.1 sebagai SOCKS Host.
  4. Masukkan 1080 sebagai SOCKS Port.
  5. Pilih SOCKS5 jika tersedia.
  6. Simpan konfigurasi.

Selama koneksi Bitvise tetap aktif, traffic dari aplikasi yang menggunakan proxy tersebut akan diteruskan melalui tunnel SSH.

Transfer File dengan SFTP

Bitvise juga menyediakan SFTP client untuk mengelola file pada server.

Setelah berhasil login, buka jendela New SFTP Window atau fitur SFTP yang tersedia. Dari sana, pengguna dapat melakukan beberapa aktivitas seperti:

  • Upload file dari komputer ke server.
  • Download file dari server.
  • Membuat atau menghapus folder.
  • Memindahkan dan mengganti nama file.
  • Mengelola file server melalui antarmuka grafis.

Kelebihan Bitvise SSH Client

  • Antarmuka grafis yang mudah digunakan.
  • Mendukung terminal SSH.
  • Menyediakan SFTP client bawaan.
  • Mendukung SOCKS proxy.
  • Mendukung local dan remote port forwarding.
  • Konfigurasi koneksi dapat disimpan sebagai profile.
  • Mendukung autentikasi password maupun public key.

Tips Penggunaan

  • Simpan profile koneksi agar tidak perlu mengisi konfigurasi berulang kali.
  • Gunakan autentikasi public key jika server mendukungnya.
  • Gunakan alamat 127.0.0.1 pada proxy lokal agar layanan proxy tidak terbuka ke perangkat lain di jaringan.
  • Verifikasi host key saat pertama kali terhubung ke server.
  • Gunakan fitur SFTP bawaan untuk transfer file dengan aman.
  • Hindari menyimpan password pada komputer yang digunakan bersama dengan orang lain.

Kesimpulan

Bitvise SSH Client merupakan salah satu pilihan praktis untuk menggunakan SSH di Windows. Selain digunakan untuk membuka terminal SSH, aplikasi ini juga dapat menjalankan SFTP, SOCKS proxy, dan berbagai jenis port forwarding melalui antarmuka grafis.

Untuk kebutuhan browsing melalui tunnel, gunakan fitur SOCKS / HTTP Proxy Forwarding. Sementara itu, fitur C2S Forwarding lebih sesuai untuk meneruskan port lokal menuju layanan tertentu seperti database, web panel, atau aplikasi internal.

Terms Of BlueSSH.

Premium Server Unlimited Bandwidth Full Speed Private Account Hide Your IP Simple & Easy High Quality Instant Create
No DDOS No Fraud No Hacking No Spam No Report Account

Learn More About Tunneling

What is SSH tunneling?

SSH tunneling is a way to pass traffic through an encrypted SSH connection. In practice, users often rely on it to protect traffic between their device and a remote server, or to adapt how a connection moves through a network that applies filtering, proxying, or protocol restrictions.

What is OpenVPN?

OpenVPN is a VPN protocol that creates an encrypted tunnel between a client and a server. It is commonly used because it is flexible, widely supported, and can be configured for many different routing and authentication needs.

What is WireGuard?

WireGuard is a lighter VPN protocol known for simpler configuration and strong performance. Many users prefer it when they want a cleaner setup with modern cryptography and lower overhead.

Why do protocol details matter?

Different protocols use different fields. SSH pages may focus on ports and proxy values, while Xray-based pages often need host, path, TLS, and network type. A useful server page should explain those differences instead of showing the same generic content for every protocol.