Dipublikasikan 23 September 2026 · Diperbarui 23 September 2026
Saat menggunakan Xray, VLESS, VMess, Trojan, atau aplikasi seperti v2rayNG dan v2rayN, kamu mungkin sering menemukan istilah seperti SNI, Host, Path, TLS, dan REALITY.
Bagi pengguna baru, istilah-istilah tersebut terlihat mirip karena semuanya berkaitan dengan proses koneksi antara client dan server. Padahal, masing-masing memiliki fungsi yang berbeda.
Memahami perbedaannya akan membantu kamu membaca konfigurasi Xray, mengatasi masalah koneksi, dan menghindari kesalahan saat memasukkan parameter server.
Sebelum membahas satu per satu, berikut gambaran sederhananya:
| Parameter | Fungsi Utama |
|---|---|
| SNI / Server Name | Nama server yang digunakan dalam proses TLS atau REALITY |
| Host | Nilai Host pada request HTTP/WebSocket tertentu |
| Path | Jalur URL yang digunakan oleh transport seperti WebSocket |
| TLS | Keamanan transport menggunakan enkripsi dan sertifikat |
| REALITY | Metode transport security Xray dengan mekanisme berbeda dari TLS server biasa |
SNI adalah singkatan dari Server Name Indication. SNI digunakan dalam proses TLS untuk memberi tahu server nama host yang ingin diakses oleh client.
Hal ini penting karena satu alamat IP dapat digunakan untuk melayani beberapa domain yang berbeda.
Contoh sederhana:
IP Server: 203.0.113.10
Domain:
example.com
api.example.com
vpn.example.com
Ketiga domain tersebut dapat mengarah ke IP yang sama. Saat client melakukan koneksi TLS, nilai SNI membantu server menentukan konfigurasi atau sertifikat yang sesuai.
Pada aplikasi Xray, parameter SNI sering ditampilkan dengan nama:
Contoh:
Address : 203.0.113.10
Port : 443
ServerName : example.com
Pada konfigurasi tersebut, client terhubung ke alamat 203.0.113.10, tetapi nama server yang digunakan dalam proses keamanan transport adalah example.com.
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap Address dan SNI harus selalu sama.
Padahal keduanya memiliki fungsi berbeda:
Contoh:
Address : server.example.net
SNI : example.com
Konfigurasi seperti ini dapat digunakan apabila memang sesuai dengan pengaturan server.
Host biasanya ditemukan pada konfigurasi transport berbasis HTTP, terutama WebSocket.
Dalam WebSocket, koneksi dimulai menggunakan request HTTP Upgrade. Request tersebut dapat membawa informasi Host.
Contoh sederhana:
GET /xray HTTP/1.1
Host: example.com
Upgrade: websocket
Connection: Upgrade
Pada contoh di atas:
example.com adalah Host./xray adalah Path.Dalam konfigurasi Xray WebSocket, parameter Host dapat digunakan ketika server atau reverse proxy membutuhkan nilai Host tertentu.
Contoh:
Network : WebSocket
Host : ws.example.com
Path : /xray
Nilai Host harus disesuaikan dengan konfigurasi pada server, web server, atau reverse proxy yang digunakan.
Walaupun kadang memiliki nilai yang sama, Host dan SNI adalah parameter yang berbeda.
| Parameter | Lapisan | Fungsi |
|---|---|---|
| SNI | TLS | Menentukan nama server pada proses TLS |
| Host | HTTP / WebSocket | Menentukan Host pada request HTTP |
Contoh konfigurasi:
Address : server.example.net
Port : 443
SNI : tls.example.com
Host : ws.example.com
Path : /xray
Nilainya dapat berbeda selama konfigurasi server memang dirancang seperti itu.
Path adalah jalur URL yang digunakan pada transport tertentu, terutama WebSocket.
Contoh URL:
https://example.com/xray
Pada URL tersebut:
Dalam konfigurasi WebSocket, client dan server biasanya harus menggunakan Path yang sesuai.
Contoh:
Network : WebSocket
Host : example.com
Path : /vless
Jika server dikonfigurasi menggunakan:
/vless
tetapi client menggunakan:
/vmess
koneksi dapat gagal karena request tidak menuju endpoint WebSocket yang sesuai.
Karena itu, pastikan Path client sama dengan konfigurasi yang diterima oleh server atau reverse proxy.
Tidak. Path bukan parameter yang wajib untuk semua koneksi Xray.
Path biasanya berkaitan dengan transport tertentu seperti WebSocket. Transport lain dapat menggunakan parameter yang berbeda.
Sebagai contoh, konfigurasi:
VLESS + RAW + REALITY
tidak membutuhkan Path WebSocket.
TLS atau Transport Layer Security adalah teknologi yang digunakan untuk melindungi komunikasi antara client dan server menggunakan enkripsi.
TLS juga merupakan teknologi keamanan yang digunakan oleh HTTPS.
Ketika membuka:
https://example.com
browser dan server menggunakan TLS untuk membuat koneksi terenkripsi.
Dalam Xray, TLS merupakan salah satu pilihan transport security.
Contoh kombinasi:
VLESS + WebSocket + TLS
atau:
VLESS + RAW + TLS
atau:
Trojan + TLS
Pada konfigurasi TLS biasa, server umumnya menggunakan domain dan sertifikat TLS yang valid.
TLS memiliki beberapa fungsi penting:
Sertifikat TLS digunakan untuk membuktikan bahwa server memiliki identitas yang sesuai dengan domain tertentu.
Sertifikat dapat diterbitkan oleh Certificate Authority seperti:
Pada server pribadi, Let's Encrypt sering digunakan karena menyediakan sertifikat TLS gratis dan dapat diperbarui secara otomatis.
REALITY adalah metode transport security yang tersedia pada Xray.
REALITY memiliki mekanisme berbeda dibandingkan konfigurasi TLS server tradisional. Administrator tidak perlu memasang sertifikat TLS publik pada server dengan cara yang sama seperti konfigurasi HTTPS biasa.
REALITY menggunakan beberapa parameter seperti:
Konfigurasi pada aplikasi client biasanya terlihat seperti:
Protocol : VLESS
Address : server.example.com
Port : 443
Security : REALITY
ServerName : example.com
PublicKey : PUBLIC_KEY_SERVER
ShortID : ab12cd34
Fingerprint : chrome
Nama parameter dapat sedikit berbeda tergantung aplikasi yang digunakan.
REALITY menggunakan pasangan kunci kriptografi:
Private Key tidak boleh diberikan kepada pengguna atau dipublikasikan.
Client hanya membutuhkan Public Key yang sesuai dengan konfigurasi server.
Short ID merupakan salah satu parameter yang digunakan pada REALITY.
Client harus menggunakan Short ID yang diterima oleh server.
Contoh:
ShortID = a1b2c3d4
Jika Short ID tidak sesuai dengan konfigurasi server, koneksi dapat gagal.
Pada client REALITY, parameter Fingerprint menentukan profil ClientHello yang digunakan oleh implementasi terkait.
Salah satu nilai yang sering ditemukan adalah:
chrome
Pilihan yang tersedia dapat berbeda tergantung aplikasi dan core yang digunakan.
| Aspek | TLS | REALITY |
|---|---|---|
| Jenis | Transport Security | Transport Security Xray |
| Sertifikat TLS Server | Umumnya Digunakan | Tidak Menggunakan Skema yang Sama |
| Server Name | Ya | Ya |
| Public Key REALITY | Tidak | Ya |
| Short ID | Tidak | Ya |
| Fingerprint | Dapat Digunakan | Digunakan pada Client REALITY |
Agar lebih mudah memahami konfigurasi Xray, pisahkan tiga komponen berikut:
Contohnya:
Contohnya:
Contohnya:
Berikut beberapa contoh agar perbedaannya lebih mudah dipahami.
Protocol : VLESS
Transport: WebSocket
Security : TLS
Host : example.com
Path : /vless
SNI : example.com
Protocol : VMess
Transport: WebSocket
Security : TLS
Host : example.com
Path : /vmess
SNI : example.com
Protocol : VLESS
Transport : RAW
Security : REALITY
ServerName : example.com
PublicKey : PUBLIC_KEY
ShortID : SHORT_ID
Fingerprint : chrome
Pada contoh VLESS REALITY tersebut tidak terdapat Host dan Path WebSocket karena transport yang digunakan adalah RAW.
SNI atau Server Name yang tidak sesuai dengan konfigurasi server dapat membuat proses handshake gagal.
Keduanya memang sering menggunakan domain yang sama, tetapi fungsinya berbeda dan pada konfigurasi tertentu nilainya dapat berbeda.
Pada WebSocket, Path client harus sesuai dengan endpoint yang diterima server atau reverse proxy.
Jika server menggunakan REALITY tetapi client memilih TLS, atau sebaliknya, koneksi tidak akan berjalan sesuai konfigurasi.
Public Key client harus berasal dari pasangan Private Key yang digunakan server REALITY.
Short ID harus sesuai dengan nilai yang diterima oleh konfigurasi REALITY server.
Saat mendapatkan konfigurasi Xray, baca parameter secara berurutan.
Misalnya kamu mendapatkan:
VLESS
server.example.com
443
UUID: xxxxxxxx-xxxx-xxxx-xxxx-xxxxxxxxxxxx
Network: WS
TLS: TLS
SNI: example.com
Host: example.com
Path: /vless
Maka konfigurasi tersebut dapat dibaca sebagai:
server.example.com.example.com.example.com./vless.Ya, keduanya masih digunakan pada konfigurasi transport tertentu seperti WebSocket.
Namun Xray terus berkembang dan menyediakan transport lain seperti XHTTP, gRPC, RAW, dan HTTPUpgrade. Masing-masing transport memiliki parameter yang berbeda, sehingga tidak semua konfigurasi membutuhkan Host dan Path seperti WebSocket.
SNI, Host, Path, TLS, dan REALITY merupakan parameter yang memiliki fungsi berbeda dalam konfigurasi Xray.
SNI berkaitan dengan nama server pada proses keamanan transport, sedangkan Host digunakan pada request HTTP atau WebSocket tertentu. Path menentukan jalur endpoint pada transport seperti WebSocket.
Sementara itu, TLS dan REALITY merupakan pilihan transport security. TLS menggunakan mekanisme sertifikat standar, sedangkan REALITY menggunakan mekanisme Xray dengan parameter seperti Public Key, Server Name, Short ID, dan Fingerprint.
Setelah memahami perbedaan ini, membaca dan mengatur konfigurasi VLESS, VMess, Trojan, atau protokol Xray lainnya akan menjadi jauh lebih mudah.
SSH tunneling is a way to pass traffic through an encrypted SSH connection. In practice, users often rely on it to protect traffic between their device and a remote server, or to adapt how a connection moves through a network that applies filtering, proxying, or protocol restrictions.
OpenVPN is a VPN protocol that creates an encrypted tunnel between a client and a server. It is commonly used because it is flexible, widely supported, and can be configured for many different routing and authentication needs.
WireGuard is a lighter VPN protocol known for simpler configuration and strong performance. Many users prefer it when they want a cleaner setup with modern cryptography and lower overhead.
Different protocols use different fields. SSH pages may focus on ports and proxy values, while Xray-based pages often need host, path, TLS, and network type. A useful server page should explain those differences instead of showing the same generic content for every protocol.